Latihan Dasar WM XXVI

Suatu Langkah Awal Dalam Menjalankan Sistem Pendidikan di GEGAMA

Dari Ngarung sampai Observasi dan Wawancara ( 6 – 8 November 2008 )

Sebelum berangkat ke Magelang untuk melakukan latihan dasar Arung Jeram dan Lingkungan.Kami dikejutkan dengan berita pohon tumbang dan genting – genting beterbangan di kampus UGM,Memang pada sore itu hujan deras disertai dengan angin kencang serasa mengitari lingkungan kampus.Kebetulan pada sore itu sebagian tim yang akan berangkat untuk mengikuti Latsar berada di Sekretariat Gegama untuk melakukan persiapan sebelum pelaksanaan dimulai.Tiba-tiba kami melihat fenomena alam di sekitar Hutan Fakultas Kehutanan terdapat burung – burung dengan jumlah tidak sedikit beterbangan dan angin ribut mulai berhembus dengan derasnya hujan.Fenomena seperti itu mungkin sudah biasa karena terjadi pada musim hujan,namun efek yang ditimbulkan begitu besar sampai UGM menelan kerugian dalam miliaran rupiah.Namun semua kejadian itu tidak menyurutkan semangat kami untuk melaksanakan kegiatan Operasional yang telah jauh hari kami rencanakan.

dsci00061 dsci0011

dsci0023 dsci0125

Awal keberangkatan kami seperti rutinitas sebelum ke lapangan yaitu melakukan upacara di tempat yang dapat di katakan favorit bagi para anggota gegama,tepatnya di lapangan Basket yang letaknya tidak jauh dari Rumah kedua kami.

Perjalanan yang kami tempuh menggunakan kendaraan bermotor dari Jogja menuju Desa Blondo sebagai Base Camp tepatnya berada di wilayah administratif Kecamatan Mungkid ,Kabupaten Magelang.Tiba di Blondo sekitar pukul 19.00 wib yang telah disambut oleh bagian keluarga besar kami yaitu Koreng dan Uceng ( Tim Advance ) yang mempersiapkan tempat untuk bermalam baik bagi peserta dan panitia kemudian briefing dan evaluasi untuk kegiatan esok hari.

dsci0136 100_7090

100_7118 100_7122
Baru setelah keesokan harinya kami di bagi menjadi dua tim yaitu tim darat dan tim air.Tim air yang menggunakan perahu sejumlah dua buah mengawali pengarungan pagi hari sedangkan sisanya sebagai tim darat atau rescuer yang membawa throwing bag dan tidak lupa walau tim darat harus memakai pelampung untuk safety procedure bagi penggiat alam terbuka.

dsci0099 100_7204 100_7194

dsci0116 100_73081 100_7241

Pengarungan untuk trip pertama di pimpin oleh Rembes dan Gandul.Sedangkan untuk trip kedua oleh Bojes dan Teyeng.Selama pengarungan berjalan dengan lancar dan aman terkendali walaupun untuk trip kedua sampai di finish sekitar jam 18.00 wib disertai dengan pesta petir.Sehingga memacu adrenalin kami untuk melaui jeram – jeram sepanjang sungai Elo.Setelah selesai kegiatan Arung Jeram dilanjutkan keesokan harinya divisi lingkungan.

sdc13238 100_7352

sdc13241 dsci0070

Selama kegiatan divisi lingkungan mengambil tema “Pengaruh Wisata Arung Jeram Terhadap Aktivitas Penduduk Sekitar Sungai Elo “.Kegiatan lingkungan ini dimulai dengan melakukan observasi terhadap lingkungan sekitar dan wawancara dengan penduduk sekitarnya.Wisata Arung Jeram di Sungai Elo ternyata hanya memberikan dampak positif bagi sebagian penduduk dari Blondo sampai Mendut.Bagi penduduk yang pandai mengambil peluang maka pendapatannya dapat meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari – harinya.Sedangkan penduduk yang lainnya bekerja sebagai petani di ladang dan sawah.Selain itu dalam kegiatan ini juga disisipkan dasar – dasar pengukuran debit dan grade jeram.Sehingga nantinya para anggota wiramuda dapat mengidentifikasi lingkungan biotik,abiotik dan culture.

Selamat datang di dunia bawah tanah ! ( 21 – 23 November 2008 )

Itu ucapan yang tepat bagi para anggota wiramuda yang baru pertama kali menginjakkan telapak kakinya di Gua.Baik itu gua nguwik untuk materi TPGH maupun gua cibodag untuk materi TPGV.Perjalanan ke Desa Donorejo,Kecamatan Kaligesing,Kabupaten Purworejo menempuh waktu 2 jam dari Sekretariat GEGAMA.

picture-0311 picture-041

picture-067 picture-118

Tempat yang representatif untuk mengaplikasikan materi pemetaan dan eksplor serta teknik SRT ( Single Rope Teknik ) bagi anggota wiramuda.Wilayah Karst Goa Nguwik dan Cibodag termasuk dalam formasi Jonggrangan.Berbagai jenis ornamen dapat dijumpai di kawasan karst ini,Baik yang terbentuk oleh prose aliran air ( flowstone ),oleh tetesan air ( dripstone ), maupun oleh proses kapiler ( eratic ).Bentukan ornamen Goa oleh proses aliran air antara lain adalah korden,gourdam dan flowstone.Bentukan tetesan yang ada antara lain stalaktit,stalakmit dan kolom.Sedangkan bentuk eratik yang berupa helectite.Sedangkan untuk identifikasi fauna yang ada ditemukan kelelawar dan jangkrik yang memiliki antena panjang.

picture-230 picture-013

picture-203 picture-374

Disini dapat disimpulkan bahwa ekosistem karst merupakan keseluruhan komponen abiotik,biotik,dan budaya yang berada di bentang alam karst .Maka dari itu pengelolaan kawasan karst merupakan upaya untuk melestarikan kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang secara berkelanjutan.

Ngetop saat di Tebing memang Asyik !

Latihan Dasar WM XXVI yang terakhir ini memang terasa lebih menyenangkan karena lebih banyak aura kehangatan yang muncul saat kita lapangan.Kehangatan itu dapat berupa keakraban,persahabatan dan guyubnya.Panjat tebing yang berlokasi di Kecamatan Purwosari,Kabupaten Gunung Kidul ini memiliki banyak jalur,namun jalur yang bkami ambil untuk melakukan pemanjatan yaitu jalur empat piton untuk pemanjatan sport dan jalur Pancasila dan Crack besar untuk pemanjatan artifisial.

Perjalanan kami mulai dari jogja ke gunungkidul memakan waktu 1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor.Setibanya di sana kami langsung disambut oleh Yu Mar salah satu pemilik BC yang sudah kami kenal sejak lama.

sdc13459 sdc13651

Pagi menjelang tim panjat mulai menyiapkan segala perlengkapan untuk melakukan pemanjatan dengan pemansan terlebih dahulu agar otot – otot menjadi renggang dan siap untuk melakukan pemanjatan.

Panjat tebing merupakan olahraga yang memiliki resiko tinggi selain melakukan latihan yang intensif sebelum ke tebing alam maka kami juga dituntut selalu waspada pada kondisi alam yang sulit untuk ditebak.Perlengkapan untuk panjat tebing seperti harnest,figure eight,carabiner ,kernmantel dan webing serta helm merupakan alat – alat yang perlu dikenalkan pada anggota wiramuda XXVI Gegama sebelum melakukan pemanjatan pada tebing alam.Selain itu juga diaplikasikan teknik pemanjatan pada tebing alam.

sdc13478 sdc13567

sdc13491 sdc13510


2 tanggapan

2 12 2008
fariza

mantap……..
langkah kan kki kt brsm mnj satu hrpn dan satu tujuan !!!
gud luck wn lawu 26..
semangat

20 12 2008
jangan panggil aku senior

…gut lak…buat kabeh…abis dapet yang dasar jangan terus berpuas diri…
okey bro…kuras abis tu ilmu kakak2mu…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.