THE ART OF PACKING IN MOUNTAINEERING

14 02 2009

Menata barang dalam sebuah carrier merupakan suatu seni tersendiri pada setiap melakukan pendakian gunung.Pada saat packing secara tidak langsung melatih seorang pendaki untuk teratur dan rapi karena untuk menata barang dalam tas/carrier agar cukup, pas, mudah diambil dan mengetahui letak barang tersebut serta nyaman untuk dipakai.Selain itu dari sudut pandang pendaki lain keteraturan dalam packing merupakan suatu kondisi yang dapat membuat orang itu senang melihatnya.Berikut ini cara pengepakan barang dalam carrier namun perlu improvisasi karena tidak semua barang disebutkan disini.

  1. Carrier yang digunakan (sebaiknya) adalah jenis frame dengan bukaan tali atas (seperti guling) ukuran 60 liter keatas, dan tutup atas memiliki kantong.
  2. Semua barang dikelompokkan, dibungkus dengan plastik/kresek. Selain itu plastik berfungsi sebagai anti basah (water proof) ketika hujan atau air dalam tas bocor. Pakaian, makanan pokok, makanan kecil, dan sebagainya dibungkus rapi. Tempat makanan/wadah yang memiliki ruang di isi dengan makanan atau bahan bakar. Barang eletronik dan pecah belah, dilapisi kain atau disisipkan dalam pakaian
  3. Matras dilipat dua dan digulung lalu dimasukan dalam carrier dan mekarkan gulungan matras sehingga menjadi dinding di dalam tas.
  4. Lalu masukkan barang satu persatu, adapun menyusun barang sebagai berikut Barang besar dan ringan paling bawah seperti sleeping bags dan tenda/flying sheet,Diatasnya barang berat seperti tempat air, logistik (makanan, kompor, tabung gas, bahan bakar, dan sebagainya),Diatas barang tersebut pakaian dan makanan ringan,Paling atas ponco atau raincoat atau jaket (jaket dapat ditaruh bersama SB di bawah, jika ada ponco atau raincoat) dan Pada kantong kepala masukkan barang kecil seperti topi, slayer, binokuler, alat tulis, sarung tangan, makanan kecil, plastik/kresek, tissu, dan survival kit.
  5. Barang yang berukuran panjang seperti parang disisipkan berdiri dan dibungkus jika tidak memiliki sarung, barang kecil seperti lilin, baterai cadangan,tissu, gelas dan sebagainya disisipkan juga di bagian tepi (menempel matras).
  6. Tutup rapat tempat air minum dan bahan bakar cair dan dibungkus kresek, sebaiknya botol dalam keadaan penuh, jika memiliki udara dapat mengakibatkan tekanan dalam botol berubah-ubah dan akhir botol penyok dan bocor. Air umumnya lebih berat dibanding barang lain letakkan pada sisi punggung
  7. Usahakan semua barang dalam kondisi rapat (high tide), tidak ada ruang kosong terutama bagian tepi, isi sela-sela barang dengan barang kecil seperti makanan kecil atau kain (bukan pakaian). Jika perlu ditekan kebawah (dengan kaki) dengan hati-hati, dan sekali-sekali diangkat agar semua berat barang turun kebawah. Saat berkendaraan posisi carrier terkadang di tidak menentu kadang tidur, berdiri, miring atau ditumpuk dengan barang lain, dengan posisi barang dalam keadaan rapat maka tidak perlu khawatir jika ada yang barang yang rusak atau bocor.
  8. Jika masih ada sisa ruang diatas, isi dengan barang kelompok. Namun jika masih ada barang yang belum masuk, gunakan tas tambahan seperti daypack dan isi dengan barang yang ringan. Tukarkan barang dalam carrier yang ringan ke daypack sehingga semua yang berat dan besar berada dalam carrier sedang yang ringan dan sering digunakan masukkan dalam daypack.
  9. Carrier yang telah di isi dengan baik dapat dilihat dari bentuk dan posisinya, jika digerakkan cendrung seimbang tidak ada yang bergerak didalamnya dan jika didirikan tidak rebah karena gaya berat menuju kebawah.

Barang yang sering digunakan seperti peta, kompas, protaktor, botol kecil untuk minum di masukkan dalam kantong celana. Dan saat pendakian sebaiknya tangan bebas dari peralatan apapun kecuali jika menggunakan alat bantu seperti tongkat.

Pustaka :

Gegama.2007.Materi Dasar Kepecintaalaman Gegama.Yogyakarta : Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Geografi UGM





Tamu dari Makasar

14 02 2009

Sekumpulan orang yang kelihatan asing datang dengan membawa carrier yang menjulang tinggi menghampiri sekretariat kami.

“Dari mana mas?”,salah satu anggota GEGAMA bertanya kepada mereka.

“Kami dari MAHADIPA”,jawaban dari salah satu dari mereka.

Karena memang sudah direncanakan kedatangan mereka jauh hari sebelumnya akan kedatangannya ke jogja terutama di sekretariat GEGAMA.Sontak kami mempersilakan semua anngota mahadipa untuk duduk dan beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah.Setelah itu kami mulai ngobrol tentang berbagai hal dari pengalaman perjalanan di jawa ,organisasi dan tujuan kedatangannya disertai tawa dan kebersamaan.Kedatangan rekan kami dari MAHADIPA dalam rangka ekspedisi pulau jawa mulai dari kegiatan panjat tebing ,caving dan pendakian gunung,disesuaikan dengan perkembangan divisi yang ada diorganisasi mereka.Tim dari mahadipa di bagi 2 yaitu tim caving & climbing dan tim mountaineering.Tim caving dan climbing merencanakan melakukan kegiatannya di Goa Jomblang dan Tebing pantai siung yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul.Sedangkan Tim mountaineering di gunung raung dan argopuro yang berada di wilayah jawa bagian timur.

Setelah event mereka selesai maka kami berinisiatif untuk mengajak mereka untuk melihat alam di Provinsi D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah sambil menunggu tim hutan gunung yang belum selesai melakukan pendakiannya.Rencana kami mengajak untuk melakukan Pendakian Gunung Merapi dan ORAD di Sungai Serayu.Dari kegiatan itu moment keakraban dan kebersamaan semakin kental dan timbul dari berbagai canda tawa selama kegiatan.

Pepatah mengatakan “ada pertemuan pasti akan ada suatu perpisahan”.Namun suatu hal yang masih ada dalam moment perpisahan itu adalah rasa persaudaraan yang abadi dan tanpa pamrih. Terasa begitu indah kedatangan saudara jauh kami dari Kota Makasar.

Semoga apa yang kami suguhkan berkesan di benak teman – teman MAHADIPA.Tetaplah abadi persaudaraan kita ini dan mohon maaf apabila ada suatu hal yang kurang berkenan dari kami,saudaraku.Salam Lestari








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.